Cari Blog Ini

Minggu, 24 November 2013

Melenceng sebentar

Hmm... bosen ya belajar terus, dari pada bosan refresh dulu otak-nya ya....



Ada beberapa refrensi buku (yang ga penting *mungkin) yang bisa saya kasih :D


Bagi yang tertarik sama Analisa 

"Buku yang bagus" buat dibaca itu bukunya Agatha Christie. Disamping terkenal, buku ini juga kecil-kecil, ga begitu tebel, gampang dicari (di gramed banyak), dan nyaman dibaca. Buku ini termasuk novel misteri yang tokoh utamanya yaitu "Hercule Poirot". Saya kasih sedikit gambaran tentang si "Hercule" (bukan penyanyi dangdut) ini ya..




Hercule Poirot ini adalah seorang detektif Swasta yang berdomisili di london, Inggris. Berbeda dengan tokoh detektif fiksi lainnya (Sherlock Holmes, Conan, dll) Poirot ini justru ga ganteng... Tua, Botak, tapi memiliki kepribadian dan keteraturan yang lebih unik dan pasti, seperti kebiasaannya minum coklat tiap pagi, dandanannya yang selalu rapi dan bonafit.

Nah Buku Agatha Christie ini cocok buat yang suka analisa, ambiguitas, dan sedikit suka psikologi. Tapi yang pasti buku ini serius, jarang ada hal-hal yang berbau komedi. Dijamin buku ini kadang bener-bener bikin penasaran klo ga dibaca sampai selesai. Selain Agatha Christie, ada buku lain juga koq yang bagus (cocok bagi pembaca pemula cerita detektif), contohnya "Dexter" karya Jeff Lindsay. Sama-sama bikin penasar pastinya, dan yang paling penting "Dexter" tokohnya ganteng, bahasa yang digunakan juga lebih ringan dan ada unsur komedinya (sedikit). Selain Agatha Christie & Jeff Lindsay, ada beberapa buku lain koq, ya kayak "Da Vinci Code : Dan Brown" atau klo ga suka novel baca aja conan deh, fix itu mentok...... Hehehe :D
 

Bagi yang Tertarik dengan Budaya

"Buku yang bagus" Buat dibaca adalah "Bushido, The Soul Of Japan (an Exposition of Japanese Thought)" karya Inazo Nitobe. Buku ini agak berat emang dan agak susah juga dicari. Maklum buku ini sebenarnya buku lama, tapi ada cetakan barunya yang udah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini punya jati diri yang mendalam akan pengetahuan, kebiasaan, dan budaya yang ada dalam masyarakat jepang. Buku ini juga banyak diisi oleh unsur sejarah, filosofi, dan Nasionalisme masyarakat jepang. 



Disaranin klo baca buku ini punya banyak waktu luang. Soalnya buku ini lumayan berat dan susah dipahamin (secara kita orang Indonesia bukan orang Jepang). Dan bagi saya, hal yang paling unik di buku ini adalah bagian dimana dijelaskan dan digambarkan-nya arti dari "seppuku" (bunuh diri dengan cara merobek perut). Serem..... Apa tujuannya? Apa artinya? Bagaimana seppuku itu dilakukan? silahkan baca sendiri ya :)

Kalo sekiranya terlalu berat atau ga ketemu bukunya, masih banyak koq buku yang bagus. Bagi pembaca yang suka hal-hal modern dan praktis, kalian bisa coba bukunya Moamar Emka. Dijamin deh bagus dan seru dibaca...

Bagi yang Tertarik dengan Fantasi

Nah.... Novel Fantasi ini banyak banget. Tapi saya kasih beberapa saran buku (yang paling terkenal) aja... 

Pertama yang sudah pasti, dan bisa ditebak... Yap Harry Potter karya Joanne Kathleen Rowling. Selain Film Layar lebarnya sukses besar, bukunya juga laris banget. Buku Harry Potter ini ada 7 seri, dan semuanya tebel-tebel banget. Nah makanya banyak orang yang cuma nonton film-nya aja. Tapi bagi yang pernah baca bukunya, pasti tau ceritanya lebih detil dan yang pasti sensasinya beda banget. Menurut saya cerita Harry Potter lebih hidup dibukunya. Lagian tenang, semua bukunya punya bahasa yang sangat ringan dan mudah dimengerti (ga makan otak banget), dan yang pasti unsur komedi yang kadang muncul sangat khas J.K Rowling. 



Kalo sekiranya bosen sama Harry Potter, ada beberapa Buku Fantasi bagus koq. Seperti, "The Chronicles of Narnia" karya C.S Lewis, "The Lord Of The Rings" karya J.R.R. Tolkien (semuanya udah dibikin filmnya ya) tapi ya baca sama nonton nikmatnya lain-lain...

Yah, cukup segitu deh kita melenceng... seenggaknya melenceng diisi sama kegiatan oke (asal inget waktu ya).. Hehehe 


Jumat, 22 November 2013

Socio-Techno System



Sosioteknikal sistem ( STS ) dalam pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan untuk desain kerja organisasi yang kompleks yang mengakui interaksi antara manusia dan teknologi di tempat kerja . Istilah ini juga mengacu pada interaksi antara infrastruktur kompleks masyarakat dan perilaku manusia .





Sistem sosioteknikal berkaitan dengan teori-teori aspek sosial masyarakat aspek teknis struktur dan proses organisasi . Fokus dari sistem ini adalah pada prosedur dan pengetahuan yang terkait , yakni mengacu kegiatan teknis dalam suatu organisasi/perusahaan.

Sosioteknikal mengacu pada keterkaitan aspek sosial dan teknis dari suatu organisasi atau masyarakat secara keseluruhan

Sosioteknikal biasanya didasarkan pada kegiatan merancang berbagai jenis organisasi , yang di mana hubungan antara unsur-unsur sosial dan teknis menyebabkan munculnya produktivitas dan kesejahteraan .

               



Pada intinya desain sosiotechnical mencari solusi untuk mengoptimalkan dua sistem secara bersama-sama, yaitu :
1. sistem teknik (the technical system), sasarannya adalah untuk memaksimalkan pemenuhan tugas.
2. sistem social (the social system), sasarannya adalah untuk memaksimalkan kualitas kerja si pemakai sistem.



Pendekatan Ketidaktentuan (Contingency)
1. Dampak Sistem sosial (Social Systems Impact)
2. Dampak Sistem Tugas (Task Systems Impact)
3. Ukuran Sistem (System Size)
4. Penggunaan komponen sama (Commonality)
5. Ketidakpastian Kebutuhan (Requirement Uncertainty)
6. Ketidakpastian Teknologi (Technological Uncertainty)

Sabtu, 16 November 2013

Definisi SWOT




Analisis SWOT 


Menurut Pearce dan Robinson (2000), analisis SWOT adalah analisis yang berdasarkan pada anggapan bahwa suatu strategi yang efektif berasal dari sumber daya internal perusahaan (Strenght dan Weakness) dan sumber daya eksternal suatu perusahaan (Opportunity dan Threat).
1.      Kekuatan (Strenght)
Suatu keunggulan sumber daya yang relatif terhadap pesaing dan kebutuhan dari pusat yang dilayani atau hendak dilayani oleh perusahaan kekuasaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan pesaing.
2.      Kelemahan (Weakness)
Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan kemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif perusahaan. Keterbatasan dalam fasilitas, sumber daya keuangan, kemampuan manajemen, keterampilan pemasaran merupakan sumber dari kelemahan.
3.      Peluang (Opportunity)
Suatu daerah kebutuhan pembeli dimana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan dan untuk merebut lebih banyak konsumen dibanding dengan pesaing lainnya.
4.      Ancaman (Threat)
Tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh seuatu perusahaan dari para pesaing dalam merebut konsumen.

a.      Matrix SWOT
Menurut Rangkuti (2006), matrix SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrix ini menghasilkan empat (4) set kemungkinan strategi alternatif seperti yang dijelaskan pada gambar 2.3 berikut:




                        

Kekuatan (Strength)
Kelemahan (Weakness)
Peluang (Opportunity)
STRATEGI SO
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan
peluang
STRATEGI WO
Ciptakan strategi yang
meminimalkan kelemahan
untuk memanfaatkan
peluang
Ancaman (Threats)
STRATEGI ST
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk mengatasi ancaman
STRATEGI WT
Ciptakan strategi yang
meminimalkan kelemahan
dan menghindari ancaman

Tabel 2.3 Matrix SWOT (Rangkuti. 2006)

Berikut ini adalah keterangan dari matrix SWOT menurut (Rangkuti. 2006):
1.      Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pemikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
2.      Strategi ST
Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
3.      Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
4.      Strategi WT
Strategi ini berdasarkan kegiatan yang bersifat bertahan dan nerusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

Selasa, 12 November 2013

Purchasing Management


Purchasing Management



Kegiatan pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan, fungsi pembelian ini dikatakan dasar karena suatu perusahaan tidak akan dapat beroperasi dengan baik tanpa adanya fungsi tersebut. Fungsi pembelian ini sangat penting untuk dikelola dengan sungguh-sungguh karena ruang lingkup dari pembelian tidak hanya sebatas bagaimana manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme pengadaan barang secara tepat waktu dan sesuai dengan target harga, namun lebih jauh lagi adalah bagaimana menetukan strategi kemitraan antar perusahaan yang efektif.
Dalam penerapannya, secara sekilas fungsi pembelian terlihat sederhana namun pada kenyataannya terdapat suatu hal tertentu yang harus diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan faktor-faktor eksternal di sekitar perusahaan. Oleh karena itulah manajemen dalam pembelian penting untuk diterapkan dalam perusahaan.



Definisi Managemen Pembelian
Pembelian (purchasing) adalah suatu proses pencarian sumber dan pemesanan barang atau jasa untuk membantu fungsi prosuksi dalam kegiatan prosuksinya. Bagian yang menangani atau melakukan pembelian ini adalah Purchasing Department (Bagian Pembelian) atau biasa juga disebut Procurement Department (Bagian Pengadaan). Proses pembelian adalah tindakan-tindakan yang dilakukan secara berurutan dalam kegiatan pembelian, atau kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh bagian pembelian.

Peran Pembelian Dalam Perusahaan
Pembelian mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan. Peranan tersebut antara lain sebagai berikut:

A. Salah Satu Fungsi Penting Dalam Bisnis
Dalam perusaan selalu ada 6 fungsi pokok yang dijalankan, yaitu creation function (Pencipta ide atau gagasan), finance function (Pengumpul, perencana dan pengawas keuangan), personnel function (Pengelola sumber daya manusia), purchasing function (Pengadaan barang/jasa), conversion function (Pengubah bahan produksi) dan distribution function (Penjualan barang/jasa yang dihasilkan).
Tanpa adanya salah satu fungsi diatas, sulit bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lancar. Sesuai dengan skala perusahaan beberapa bagian tersebut biasannya dapat dirangkap oleh satu atau dua bagian, tetapi bagian tersebut tetap harus ada dalam suatu perusahaan demi kelancaran perusahaan itu sendiri.


B. Salah Satu Elemen Pokok Dalam Proses Produksi
Tujuan dasar dari aktifitas suatu perusahaan adalah mengembangkan dan memproduksi barang yang dapat dipasarkan dengan memperoleh laba yang maksimal. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan interaksi yang tepat dari 5 elemen yg biasa dikenal 5M, yaitu Machines, Manpower, Materials, Money and Management.
Materials atau barang-barang merupakan daerah kehidupan suatu perusahaan, dimana barang tersebut dapat berupa bahan baku yang nantinya akan diolah menjadi produk yang siap dipasarkan. Tanpa adanya managemen yang baik dalam mengelolah pembelian barang ini maka akan berdampak serius bagi suatu perusahaan. Barang-barang tersebut harus tersedia dengan mutu yang berkualitas, sesuai dengan waktu yang dibutuhkan, sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan dengan harga yang sesuai/layak.

C. Sebagai Bagian Yang Bertanggungjawab Outside Manufacturing

Hasil prosuksi suatu perusahaan pada umumnya berasal dari 2 jenis sumber, yaitu buatan sendiri atau dibeli dari perusahaan lain. Bahan yang dibeli oleh bagian pembelian adalah bahan baku atau bahan setengah jadi. Dari proses pembelian yang dilakukan oleh bagian pembelian inilah yang nantinya akan mempengaruhi hasil produksi suatu perusahaan atau dengan kata lain bagian pembelian adalah bagian yang bertanggung jawab atas Outside Manufacturing dan bagian produksi bertanggung jawab atas Inside Manufacturing.

D. Sebagai Profit Centre Perusahaan

Bagian pembelian dapat dikatakan sebagai profit centre karena bagian ini dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Pada awalnya bagian pembelian dianggap sebagai cost centre, karena bagian ini merupakan bagian yang selalu mengeluarkan biaya. Tetapi ketika bagian ini menekan sedikit pengeluaran dari proses pembelian yang dilakukannya, makan bagian ini dapat meningkatkan jumlah keuntungan yang didapat suatu perusahaan.

E. Sebagai Fungsi Strategis Perusahaan

Fungsi pembelian dikatakan fungsi strategis dalam perusahaan karena merupakan fungsi fital dalam suatu perusahaan dan merupakan fungsi yang juga dapat mempengaruhi keuntungan dari perusahaan.

Prinsip Dalam Manajemen Pembelian



Prinsip merupakan hal pokok yang dijadikan pedoman dalam melakukan sesuatu. Pembelian juga mempunyai prinsip-prinsip yang dijadikan pedoman. Prinsip Pembelian adalah hal-hal pokok dalam pelaksanaan fungsi pembelian yang perlu dijadikan pokok atau acuan. Fungsi pembelian atau pengadaan dalam suatu perusahaan diadakan bukan untuk dirinya sendiri, tetapi diadakan untuk kepentingan bagian atau fungsi-fungsi lainnya. Oleh karena itu prinsip kerja dari fungsi pembelian harus diatur sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan perusahaan.
  
Isi pokok dari prinsip pembelian itu adalah sebagai berikut 

The Right Price  :  Salah satu dari prinsip managemen pembelian adalah the right price. The right price merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang layak atau yang umum berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan.

The Right Quantity  :  Jumlah yang tepat dapat dikatakan sebagai suatu jumlah yang benar-benar diperlukan oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

The Right Time  :  The right time menyangkut pengertian bahwa barang tersedia setiap kali diperlukan. Dalam hal ini persediaan barang haruslah diperhitungkan karena jika ada persediaan barang tentunya ada biaya perawatan barang tersebut.

The Right Place  :  The right place mengandung pengertian bahwa barang yang dibeli dikirimkan atau diserahkan pada tempat yang dikehendaki oleh pembeli. 

The Right Quality  :  The right quality adalah mutu barang yang diperlukan oleh suatu perusahaan sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancang yang paling menguntungkan perusahaan.

The Right Source  :  The right source mengandung pengertian bahwa barang berasal dari sumber yang tepat. Sumber dikatakan tepat apabila memenuhi prinsip-prinsip yang lain yaitu the right price, the right quantity, the right time, the right place, and the right quanlity.

Pada perkembangan purchasing managemen, prinsip-prinsip pembelian tidaklah jauh berbeda, ini membuktikan bahwa hal-hal diatas merupakan sebuah prinsip.