Sosioteknikal sistem
( STS ) dalam pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan untuk desain
kerja organisasi yang kompleks yang mengakui interaksi antara manusia dan
teknologi di tempat kerja . Istilah ini juga mengacu pada interaksi antara
infrastruktur kompleks masyarakat dan perilaku manusia .
Sistem sosioteknikal
berkaitan dengan teori-teori aspek sosial masyarakat aspek teknis struktur
dan proses organisasi . Fokus dari sistem ini adalah pada prosedur dan
pengetahuan yang terkait , yakni mengacu kegiatan teknis dalam suatu
organisasi/perusahaan.
Sosioteknikal
mengacu pada keterkaitan aspek sosial dan teknis dari suatu organisasi atau
masyarakat secara keseluruhan
Sosioteknikal
biasanya didasarkan pada kegiatan merancang berbagai jenis organisasi ,
yang di mana hubungan antara unsur-unsur sosial dan teknis menyebabkan
munculnya produktivitas dan kesejahteraan .
Pada intinya desain sosiotechnical mencari solusi untuk
mengoptimalkan dua sistem secara bersama-sama, yaitu :
1. sistem teknik (the technical
system), sasarannya adalah untuk memaksimalkan pemenuhan tugas.
2. sistem social (the social
system), sasarannya adalah untuk memaksimalkan kualitas kerja si pemakai
sistem.
Pendekatan
Ketidaktentuan (Contingency)
1. Dampak
Sistem sosial (Social Systems Impact)
2. Dampak
Sistem Tugas (Task Systems Impact)
3. Ukuran
Sistem (System Size)
4. Penggunaan
komponen sama (Commonality)
5.
Ketidakpastian Kebutuhan (Requirement Uncertainty)
6.
Ketidakpastian Teknologi (Technological Uncertainty)


mantafff
BalasHapus